Urgensi Prodi PGMI dalam Menghadapi Tantangan Pendidikan
Karakter di Era Digital
Oleh :
Henisa Rosulawati, M.Pd
Perkembangan teknologi digital telah
membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya pada jenjang
pendidikan dasar. Anak-anak kini tumbuh sebagai generasi digital yang akrab
dengan gawai, internet, dan media sosial sejak usia dini. Kondisi ini
menghadirkan peluang sekaligus tantangan, terutama dalam upaya membangun dan menjaga pendidikan karakter
anak. Di sinilah Program Studi
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) memiliki peran yang semakin
penting dan relevan.
Tantangan
Pendidikan Karakter di Era Digital
Era digital memengaruhi tidak hanya
cara belajar anak, tetapi juga sikap, perilaku, dan pola interaksi sosial
mereka. Maraknya penggunaan gawai tanpa pendampingan, paparan konten yang
kurang edukatif, serta menurunnya interaksi sosial langsung menjadi tantangan
nyata di lingkungan pendidikan dasar. Guru MI dituntut tidak hanya menguasai
materi pelajaran, tetapi juga mampu menjadi pendidik karakter dan teladan bagi peserta didik.
Pendidikan karakter di era digital
membutuhkan pendekatan yang lebih adaptif, kontekstual, dan berbasis nilai.
Guru tidak lagi cukup hanya mengajar, tetapi juga membimbing, mengarahkan, dan
mendampingi peserta didik dalam menggunakan teknologi secara bijak dan
bertanggung jawab.
Peran
Strategis Prodi PGMI
Prodi PGMI hadir sebagai program
studi yang mempersiapkan calon guru MI secara komprehensif, baik dari aspek
pedagogik, keilmuan, maupun pembentukan karakter. Kekhasan PGMI terletak pada
integrasi antara pendidikan dasar, nilai-nilai keislaman, dan penguatan
karakter peserta didik. Mahasiswa PGMI dibekali kemampuan untuk menanamkan
nilai religius, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial
melalui proses pembelajaran yang kreatif dan bermakna. Di era digital, lulusan
PGMI juga diarahkan untuk mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana
pembelajaran karakter, bukan sekadar alat penyampaian materi.
Menyiapkan
Guru MI yang Adaptif dan Berkarakter
Isu pendidikan terkini menunjukkan
bahwa tantangan guru masa kini tidak hanya terletak pada penguasaan teknologi,
tetapi juga pada kemampuan mengelola dampak sosial dan moral dari penggunaan
teknologi tersebut. Oleh karena itu, Prodi PGMI terus dituntut untuk adaptif melalui
penguatan kurikulum, literasi digital, serta praktik pembelajaran berbasis
nilai dan keteladanan.
Lulusan PGMI diharapkan menjadi guru
MI yang profesional, humanis, dan berkarakter, serta mampu menjadi pendamping
bagi peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan
nilai-nilai moral dan spiritual.
PGMI
dan Masa Depan Pendidikan Dasar
Sebagai pilar penting pendidikan
dasar, Prodi PGMI berperan besar dalam menjaga arah pendidikan agar tidak hanya
berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter anak.
Di tengah pesatnya digitalisasi, keberadaan guru MI lulusan PGMI menjadi sangat
strategis dalam membentuk generasi yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing.
Penutup
Urgensi Prodi PGMI dalam menghadapi
tantangan pendidikan karakter di era digital semakin nyata. Melalui penguatan
kompetensi akademik, karakter, dan literasi digital, Prodi PGMI berkontribusi
langsung dalam menyiapkan guru MI yang siap menjawab kebutuhan pendidikan masa
kini dan masa depan.
Henisa Rosulawati, M.Pd adalah Ketua Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
(PGMI), Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah Darusy Syafa’ah (STISDA) Lampung Tengah.
