PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (P3M) STIS DARUSY SYAFA’AH LAMPUNG TENGAH

    Daftar Isi
  • Pendahuluan
  • Visi, Misi dan Tujuan
  • Struktur Organisasi
  • Program Kerja P3M
    1. Pendahuluan

    Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) di Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Darusy Syafa’ah Kotagajah Lampung Tengah memiliki kedudukan, peran dan fungsi sangat penting dalam sebuah perguruan tinggi. Peran penting P3M berkaitan dengan misi sebuah perguruan tinggi yang memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu misi teaching, riset dan pengabdian masyarakat.

    Dalam konteks Tri Dharma Perguruan Tinggi, P3M memiliki tugas dan fungsi di bidang penelitian dan pengabdian. Berdasakan legal status, P3M merupakan salah satu lembaga atau unit pelaksana teknis di STIS Darusy Syafa’ah Kotagajah yang menyelenggarakan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. P3M mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan, mengkoordinasikan, memantau dan mengevaluasi kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni yang bernafaskan Islam.

    Dalam menjalankan tugas riset dan pengabdian tersebut, P3M secara konseptual-aksiologis tidak dapat menafikan misi pengajaran. Sebab ketiga misi tersebut harus berjalan beriringan dan sinergis.

    Melalui teaching dapat dikembangan sumberdaya manusia (SDM) yang sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. Lewat pendidikan juga, akan melahirkan SDM yang pada akhirnya memiliki kapabilitas dalam melakukan riset dan kerja sosial berupa misi community empowering. Dengan melakukan riset, akan ditemukan berbagai informasi, ilmu pengetahuan, teori-teori baru, metode baru yang dapat dimanfaatkan untuk memperkaya bahan pembelajaran bagi dosen dan mahasiswa.

    Begitu juga dalam aspek pengabdian. Di satu sisi, ia merupakan wahana kepedulian civitas akademika STIS Darusy Syafa’ah Kotagajah terhadap masyarakat. Dalam konteks ini, melalui pengabdian, masyarakat kampus mempraktekkan, menerapkan, mengamalkan potensi ilmu yang dimiliki dan dalam waktu bersamaan dapat dikembangkan untuk membantu masyarakat dalam memecahkan problem sosial. Di sisi lain, lewat pengabdian, insan akademik dapat belajar dari dan tentang living tradition, tradisi dan problem nyata yang dihadapi masyarakat. Dengan demikian, teaching, riset dan pengabdian kepada masyarakat merupakan tiga hal yang integratif-interkonektif.

    1. Visi, Misi dan Tujuan

    Visi P3M STIS Darusy Syafa’ah Kotagajah adalah “Menjadi Lembaga Riset yang Berbasis Intelektual, Sosial, Humanis. Melalui visi tersebut, P3M memiliki citra tentang dirinya di masa depan, khususnya pada tugas pokok dan fungsi lembaga, yaitu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

    Dengan visi tersebut, maka misi P3M: (1) Meningkatkan kemampuan dan sumber daya dosen dan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat; (2) meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang relevan dengan kearifan tradisi pesantren untuk menghasilkan SDM yang profesional dan berkualitas; (3) Melaksanakan kegiatan pelatihan, lokakarya, seminar dalam rangka meningkatkan kualitas pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat; (4) Mensosialisasikan dan mempublikasikan hasil-hasil riset dan karya ilmiah untuk mendorong peningkatan kapasitas dan kapabilitas intelektual di tingkat nasional dan internasional.

    Dengan visi dan misi tersebut, tujuan pendirian P3M secara kelembagaan adalah untuk menjadi pusat riset dimana hasil-hasil riset tersebut dapat digunakan untuk pengembangan keilmuan dan kelembagaan, menciptakan peneliti yang kreatif, produktif, dan kompetitif, yang mengacu pada realitas sosial bahwa pesantren mempunyai akar kuat di penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

    1. Struktur Organisasi

    struktur-organisasi-p3m-stisda

    1. 4. Program Kerja P3M
    2. Bidang Penelitian

    P3M STIS Darusy Syafa’ah Kotagajah menempatkan riset dalam konteks Tri Dharma Perguruan Tinggi, sebagai mana konsep yang dikembangkan oleh Kopertais. Dimana rancang bangun hubungan tersebut adalah sebagai berikut: pertama, mensinergikan penelitian dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian. Kedua, mengagendakan penyelenggaraan riset yang bervariasi secara proporsional dengan tetap memprioritaskan pada riset akademik. Ketiga, mensinergikan penyelenggaraan penelitian dengan pengembangan kompetensi keahlian dosen, peneliti dan mahasiswa. Keempat, meningkatkan besaran program penelitian, baik secara internal maupun eksternal. Kelima, meningkatkan volume kegiatan dan alokasi biaya penelitian Keenam, memanfaatkan hasil penelitian secara optimal.

    Dalam penyelenggaraan penelitian, P3M mengarahkan pada tiga sasaran secara simultan. Pertama, meningkatkan mutu penelitian, mencakup proses dan hasil penelitian. Kedua, untuk meningkatkan diversifikasi penelitian, mencakup penelitian akademik, penelitian pengembangan, penelitian kebijakan dan penelitian aksi (action research). Ketiga, untuk meningkatkan manfaat hasil penelitian, mencakup pengembangan ilmu pengetahuan dan keagamaan serta penunjang kemajuan masyarakat.

    1. Pengabdian Masyarakat

    Di bidang pengabdian kepada masyarakat, P3M menyelengarakan berbagai program kegiatan, seperti desa binaan atau desa mitra kerja, pemberdayaan masyarakat, kuliah kerja nyata (KKN), penyuluhan, pelatihan dan workshop dalam rangka penguatan pada masyarakat. Pengabdian dilaksanakan melalui paradigma, metode, strategi dan teknik partisipatif. Dengan demikian, pengabdian masyarakat merupakan serangkaian kegiatan dari, oleh dan untuk masyarakat. Melalui model pengabdian ini, maka dengan sendirinya, masyarakat dan kampus bersama-sama masyarakat melakukan kegiatan sosial. Upaya-upaya tersebut dilakukan tidak lain merupakan kegiatan sosialisasi dan interaksi kepada masyarakat.

    Related Posts

    About The Author

    Add Comment