Hari Ini, STISDA Lampung Tengah Gelar PBAK dan MAPABA PMII

CategoriesWarta KampusTagged , ,

LAMPUNG TENGAH – Menyongsong tahun akademik 2023 / 2024 jajaran keluarga besar civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah Darusy Syafa’ah (STISDA) Lampung Tengah menggelar agenda rutinan tahunan, yakni Pengenalan Budaya Akademik  Kemahasiswaan (PBAK) sekaligus Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), pada Sabtu-Ahad, (19-20/8/2023).

STISDA-Lampung-Tengah-Gelar-PBAK-dan-MAPABA-PMII

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah Darusy Syafa’ah (STISDA) Lampung Tengah, Dr. KH. Andi Ali Akbar, M.Ag, disela – sela pembukaan agenda PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan) sekaligus Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bagi mahasiswa baru tahun akademik 2023/2024, di aula kampus setempat, Jalan Jenderal Sudirman RT 12/RW 06 Dusun Kotasari I Kampung Kotagajah, Kecamatan Kotagajah, Kabupaten Lampung Tengah, Propinsi Lampung, pada Sabtu, (19/8/2023) pagi.

Alumnus doktoral UIN Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur ini menambahkan, mohon doanya seluruh lapisan masyarakat, semoga agenda ini berjalan lancar, dan berkah untuk semua calon kader-kader muda bangsa, agenda PBAK dan MAPABA PMII pada tahun 2023 mengusung tema besar, yakni ; Merawat Tradisi Akademik, Moderasi Beragama dan Wawasan Gerakan Kemahasiswaan,”

“Fase mahasiswa ini adalah sesuatu yang istimewa, karena selama empat tahun kedepan atau lebih sedikit mahasiswa/mahasiswi semua akan mengalami proses pendidikan tinggi yang bernafaskan lingkungan pesantren. Mahasiswa era millenial harus terus menjaga karakternya yang mandiri, tekun, jangan putus asa, pantang menyerah,” tambah penulis buku Prinsip-Prinsip Dasar Transaksi Syariah, Hukum Kewarisan Islam Aturan dan Tata Cara Pembagian Harta Warisan, dan Fiqh Ramadhan : Kajian Tentang Puasa dan Zakat Fitrah, Mengulas Konsep, dan Standar Hukum Serta Fenomena Aktual di Masyarakat Disertai 45 Hasil Rutinan Bahtsul Masail ini.

“Sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) kita mempunyai tanggung jawab untuk mengisi ruang-ruang kosong yang ada dalam lingkungan masyarakat kelak, dan dimulai sejak dari kampus ini mahasiswa /mahasiswi ditempa. Jadilah intelektual yang santri, dan santri yang intelektual,” tambah Wakil Katib Syuriah PCNU Lampung Tengah ini

Kaprodi Hukum Keluarga Islam, STISDA Lampung Tengah, Muhammad Sirojudin Sidiq, M.H, ditempat yang sama menambahkan, menjadi mahasiswa harus rajin membaca buku, berdiskusi, dan berdialektika dengan lingkungan sekitar. Di era digital yang semakin cepat ini, mahasiswa harus menguasai teknologi inormasi, jangan menjadi mahasiswa yang pasif, jadilah mahasiwa responsif, peka dengan problem masyarakat lokal, hingga isu-isu nasional, bahkan internasional.

“Dengan ciri khas perguruan tinggi berbasis Pesantren maka wajah STISDA Lampung Tengah bagian dari Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama yang ada di Indonesia, maka mahasiswa/mahasiswi selama kuliah di kampus hijau ini berproseslah dalam wadah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII),” tambah Sekretaris MWC NU Punggur, Lampung Tengah ini.

“Cikal bakal perguruan tinggi berbasis pesantren ini telah dirintis beberapa tahun lalu, tepatnya pada tahun 2014 oleh Drs. KH Ngaliman Marzuki, M.Pd.I selaku pengasuh utama Pesantren Darusy Syafa’ah Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah, dan akhirnya terbitlah perizinan berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan  Islam (SK Dirjend Pendis): 3379 Tanggal 16 Juni 2017, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Darusy Syafa’ah Lampung Tengah membuka dua program studi, yakni; Ekonomi Syari’ah dan Hukum Keluarga Islam”, tutup  alumni Pascasarjana IAIN Metro Lampung ini.

(HUMAS)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *